Review Anime Tenki no Ko, Sukses karena Kimi no Nawa?

Review Anime Tenki no Ko

Sebenarnya dapat dikatakan saya begitu terlambat melakukan ulasan terhadap film yang tayang 21 Agustus kemarin, tapi saya akan mencoba mengulas film karya Tenki no Ko sebagai film terbaru dari the masterpiece Makoto Shinkai.

Jangan lewatkan Movie Konosuba yang akan tayang di Bioskop Indonesia
Saya akan berterus terang, faktanya saya bangkit dari tempat tidur untuk pergi jauh menonton film Tenki no Ko karena terdorong oleh film sebelumnya, Kimi no Nawa. Sampai saat ini feel dari film tersebut masih menyangkut di hati, tentu saja banyak dari teman-teman juga yang merasa demikian, saya yakin itu.

Anime Tenki no Ko sukses karena Kimi no Nawa?

Bagi Kamu yang telah menonton pasti menemukan beberapa poin dan perasaan yang bangkit dari dasar hati ingin mengatakan "lebih seru Kimi no Nawa ternyata". Hal tersebut dapat dikatakan wajar saja, sebab bapak Makoto Shinkai sendiri menyatakan bahwa dia ingin membuat sesuatu yang berbeda, sesuatu yang dipenuhi kritikan. By the way, kritikan itu beda dengan hujatan.

Tenki no Ko

Suatu saat ketika saya menonton Tenki no Ko, ada beberapa rekan saya tertidur dari awal hingga akhir, dasarnya mereka kelelahan karena pekerjaan di hari sebelumnya alih-alih ingin melepas penat dengan menonton film ini mereka malah tertidur pulas. Saat terbangun saya tanya alasan mereka tertidur cukup lama, jawabannya sederhana “Membosankan, tidak seperti sebelumnya”.

Ada beberapa poin yang mendasari nama judul dari artikel kali ini yang akan kita bahas, akan tetapi perlu diperhatikan ulasan berikut mengandung spoiler. Keputusan ada ditanganmu, saya tetap melanjutkan ulasan, itung-itung belajar melakukan review, hehe.

Grafis Memanjakan Mata

Poin penting pertama perihal pemberian grafis, Kalian pasti tahu anime Violet Evergarden yang diproduksi oleh studio Kyoto Animation, mereka mengatakan bahwa anime Violet Evergarden ingin dijadikan sebagai anime dengan grafis terbaik sepanjang masa. Sayang sekali harapan terebut hancur setelah melihat berbagai macam sajian yang diberikan dalam Weathering With You.

Rain in Tenki no Ko

Hujan, bangunan-bangunan, pencahayaan, perpindahan cuaca dari hujan menuju cerah, awan-awan, detail air, dengan dukungan efek suara, semuanya menghipnotis penonton, sangat, sangat memanjakan mata. Jika saya katakan ini adalah upgrade dari anime The Garden of Words, alias pembaruan grafis dari animenya terutama kedetailan air hujan.
CoMix Wave Films berhasil memberikan upgrade dan perbedaan jelas antara Your Name’s dan Weathering With You, dari nuansa alam bebas menuju nuansa perkotaan.

Cerita Terbilang Datar, Alias Biasa Saja

Mungkin hal inilah penyebab beberapa orang dan teman saya tertidur, jika Kamu penikmat anime dengan cerita fantasi romantis akan memiliki anggapan bahwa cerita Tenki no Ko datar alias biasa saja.

Hina and Hodaka Tenki no Ko

Inti ceritanya hanyalah karakter utama yang berjuang dan mengorbankan segalanya demi perempuan yang dicintai, bayangkan saja MC rela membiarkan kotanya terus terguyur hujan lebat sing penting cewek yang disukanya enggak hilang.

Hodaka Gelud

Wajar saja sih, lagi pula karakter utama dalam cerita Tenki no Ko usianya masih belasan, secara psikologis mengedepankan perasaan ketimbang logika, memutuskan perkara tanpa pikir panjang, intinya bersikap seenaknya sehingga timbulah banyak unsur komedi.

Baca juga: Sword Art Online: Alicization umumkan jadwal penayangan season terakhir
Ada bagian cerita cukup menyentuh, seperti perjuangan Hina Amano bertahan hidup seorang diri demi menghidupi biaya dirinya dan juga adiknya, masa lalu yang kelam dari karakter pendukung, keterlibatan kasus mereka dengan pemerintah, dan perjuangan Hodaka menyelamatkan Hina.

Mengapa Tenki no Ko dikatakan sukses karena Kimi no Nawa?

Disinilah poin tersebut akan disebutkan ini adalah pendapat saya, pastinya setiap orang memiliki pendapat berbeda terhadap film ini tergantung cara pandangnya.

Diproduksi oleh CoMix Wave Films

Kita semua tahu bahwa Kimi no Nawa juga diproduksi oleh CoMix Wave Films, dari segi grafis memang jelas berbeda dan lebih unggul Tenki no Ko. Tapi kenapa harus CoMix Wave Films padahal masih banyak studio diluar sana yang mampu menggarap.

Tentunya untuk mendobrak pasar internasional, perusahaan diseluruh dunia telah mengetahui bahwa Kimi no Nawa karangan Makoto Shinkai diproduksi oleh CoMix Wave Films. Sehingga saat CoMix Wave Films meluncurkan film baru akan ada banyak perusahaan yang menawarkan kerja sama, kala itu rating CoMix Wave Films terus meningkat bersama Kimi no Nawa. Hal ini dibuktikan dengan adanya video iklan di Jepang menggunakan animasi Tenki no Ko. Mudahnya, perusahaan-perusahaan besar melihat kesuksesan studio CoMix Wave Films dari film Kimi no Nawa.

Lagu Tema Sama-sama dibawakan RADWIMPS

Theme song Tenki no Ko dan Kimi no Nawa dibawakan oleh RADWIMPS, perpaduan lagu-lagunya dengan aksi-aksi dalam film Kimi no Nawa lebih sreg ketimbang dengan film Tenki no Ko.

Feel dari momentum dalam film yang masih terasa hanyalah pada adegan ‘membawa pulang Hina’ saat itu diiringi dengan lagu Grand Escape.

Menurut saya untuk cerita romantis sangatlah banyak penyanyi atau pun grup musik yang dapat dipadukan bersama Tenki no Ko seperti, Honey Works, aimer, supercell, dan Kenshi Yonezu. Tak ada yang salah dengan RADWIMPS hanya saja terkesan seperti menyalin.

Munculnya Banyak Unsur Kimi no Nawa

Sudah tidak aneh dalam setiap anime terutama karya Makoto Shinkai yang memperlihatkan karakter anime lain dalam anime berbeda. Seperti karakter Guru dalam anime The Garden of Words yang hadir dalam Kimi no Nawa.
Neneknya Taki
Dalam kasus ini, Tenki no Ko memperlihatkan Mitsuha dan Taki. Seolah bapak Makoto memberikan cutscene Kimi no Nawa sebelum mereka saling berpapasan di sebuah tangga. Diperlihatkan Mitsuha menjadi sales girls dan Taki mengunjungi neneknya yang menjadi client dari Hina dan Hodaka, disini juga Taki berinteraksi secara langsung dengan keduanya.

Pada momentum kemunculan Taki dan Mitsuha membuat semangat penonton dalam ruangan bangkit lagi, banyak yang tersenyum dan bergegas memberitahu teman disampingnya, saat itu kondisi dalam ruangan menjadi tidak hening, ramai membahas kemunculan karakter Kimi no Nawa.

Disimpulkanlah film Your Name's merupakan pendobrak kesuksesan Tenki no Ko, meraih penghasilan tinggi dalam waktu sepekan akan tetapi Tenki no Ko tetap tidak bisa menyusul atau bahkan mendekati Kimi no Nawa dalam chart top anime dibeberapa situs besar.

Pemanis

Terlepas dari itu semua, ada karakter pendukung manis menjadi sorotan banyak pihak termasuk saya, dia bernama Natsumi.

Natsumi Tenki no Ko

Natsumi adalah mahasiswi yang bekerja distudio editor kecil. Pemalas, memikat perhatian, dan mengeluarkan aura Nee-san "Ara-ara" karena hal ini saat pertemuan pertama Hodaka mengira dia adalah istri simpanan Suga Keisuke, orang yang memperkerjakan Hodaka.

Terlebih lagi dia menggunakan pakaian yang memperlihatkan kelebihannya, I think you know that. Memiliki perawakan seorang gadis dan sikapnya dalam menanggapi segala permasalahan Hodaka menjadikannya sebagai best Nee-san. Well inilah penutupnya, semoga teman-teman setuju menjadikan Natsumi sebagai karakter kakak perempuan terbaik dihati masing-masing.

Akankah Makoto Shinkai membuat Film baru?

Sangat besar kemungkinannya, saya yakin saat dia mencoba sesuatu yang berbeda dan ingin mendapatkan berbagai kritikan ada hal besar sedang beliau pikirkan untuk para penggemarnya. Yang penting semoga bapak Makoto dan kita semua panjang umur agar dapat menyaksikan karya berikutnya.

Setiap orang memiliki cara sudut pandang berbeda dalam menilai, jadi sekarang giliran Kamu untuk melakukan Review anime Tenki no Ko, jangan lupa berikan tanggapan menurut versi teman-teman sendiri.

0 Comments

Post a Comment